Kotak Pandora

Aku melintasi langit menuju sebuah ruangan yang entah.
Menginjakkan kaki pada lantai berdebu tebal yang telah sekian lama tak terjamah.
Mendapati diri berjalan sendirian menuju almari usang di sudutnya.
Kemudian dengan pasti membukanya,
Dan mencari benda penting yang dibutuhkan saat diri tengah kehilangan arah.
Sebuah kotak Pandora.

Bagaikan perputaran film yang berulang dan silih berganti.
Mengingatkan kembali akan memori-memori yang telah terlewati.
Akankah diri ini menyesali?
Beberapa hal memang tidak berjalan sesuai kehendak diri.
Keputusan telah terambil dan telah terjadi.
Lalu mau bagaimana lagi?

Kuamati satu persatu isi kotak Pandora.
Sudah sejauh ini rupanya aku melangkah.
Akankah aku harus berhenti saja?
Aku lelah,
Namun aku tahu, aku tak boleh menyerah.
Terbesit begitu saja pertanyaan soal bagaimana.
Berpikir sejenak, tanpa tahu dengan apa menjawabnya.
Benar juga,
Ini masih awal, belum setengahnya.

Kotak Pandora membawa kembali pada keraguan.
Menguji mental untuk cepat menentukan pilihan.
Lalu memaksa diri mengambil sebuah keputusan.
Lagi dan lagi, dengan penuh keyakinan.

Hingga nanti,
Hanya masalah waktu sampai aku akan membukanya kembali.

No comments:

Post a Comment

Populer