Seorang gadis yang berada dalam ambang keputusasaan. Begitu mengejar kehidupan duniawi, hingga lupa pada jati diri. Orang-orang dengan tanpa sungkan mencemoohnya, menjadikannya bahan pembicaraan hangat di setiap waktu. Setidaknya, begitulah yang dipikirkannya. Walau pada kenyataan, tidak samua orang mencemooh dirinya. Mereka peduli, sebagai sesama warga di lingkungan pedesaan yang berada jauh dari sudut kota, tenggang rasa menjadi persoalan utama. Permasalahan yang terjadi, baik milik individu sekalipun, akan menjadi persoalan utama milik bersama.
Showing posts with label Karakter pertama. Show all posts
Showing posts with label Karakter pertama. Show all posts
Subscribe to:
Comments (Atom)
Populer
-
Seorang gadis yang berada dalam ambang keputusasaan. Begitu mengejar kehidupan duniawi, hingga lupa pada jati diri. Orang-orang dengan tanp...
-
Angin menderu menuju balkon Di malam yang penuh gairah Mengiringi sebuah pertemuan tabu Dua insan yang malang Saling menatap lirih Terperang...
-
Kehidupan adalah sebuah dimensi ruang dan waktu yang memiliki alur konsisten, dengan hubungan antara horizontal dan vertikal yang terjalin ...
-
Berbicara persoalan pemerintah memang tidak ada habisnya. Satu konflik selesai, muncul konflik baru. Tak jarang beberapa konflik yang belum...
-
Kenapa teater? Pertanyaan yang bagus. Teater sendiri berasal dari kata theatron (θέατρον) dalam bahasa Yunani yang berarti mengarah kepad...