Dikala malam tiba, ribuan orang berlalu-lalang pada sebuah sudut kota. Mencari penghidupan, atau sekedar mencari kehidupan. Baik pejalan kaki, pengendara motor, pemilik mobil, maupun penumpang angkutan umum memadati jalanan yang terbilang cukup besar. Sembari larut dengan rutinitas masing-masing yang seolah merestorasi pada kejadian sebelum-sebelumnya. Nampak kontras dengan suasana malam yang semakin syahdu. Berusaha menyambut mesra para penikmatnya. Bintang-bintang dengan malu-malu memancarkan sinarnya dibalik awan mendung, bersama bulan yang dengan angkuh hanya menampakkan keindahan melalui sabitnya. Serta semilir hembusan angin malam yang membawa aroma khas tanah pasca diguyur hujan. Tidakkah kau ingin menikmati keromantisan di malam panjang ini? Dengan menghabiskan waktu bersamaku, misalnya? Oh, aku tahu. Tentu jawabannya tidak. Untuk itu aku memilih menemani sahabat karibku menyusuri trotoar jalanan ramai di kota ini.
Showing posts with label Karakter kedua. Show all posts
Showing posts with label Karakter kedua. Show all posts
Subscribe to:
Comments (Atom)
Populer
-
Seorang gadis yang berada dalam ambang keputusasaan. Begitu mengejar kehidupan duniawi, hingga lupa pada jati diri. Orang-orang dengan tanp...
-
Angin menderu menuju balkon Di malam yang penuh gairah Mengiringi sebuah pertemuan tabu Dua insan yang malang Saling menatap lirih Terperang...
-
Kehidupan adalah sebuah dimensi ruang dan waktu yang memiliki alur konsisten, dengan hubungan antara horizontal dan vertikal yang terjalin ...
-
Berbicara persoalan pemerintah memang tidak ada habisnya. Satu konflik selesai, muncul konflik baru. Tak jarang beberapa konflik yang belum...
-
Kenapa teater? Pertanyaan yang bagus. Teater sendiri berasal dari kata theatron (θέατρον) dalam bahasa Yunani yang berarti mengarah kepad...